Pengaruh
Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Dalam Membentuk Loyalitas
Pelanggan
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi penelitian
Dosen
Pengampu:
Angga
Hidayat
NIDN
: 0426108802
ANIS KUNCAHYANI 2013120984
DESI RAHMAWATI 2013121227
LARAS WATI 2013121297
NUR FATIROH 2013120226
SUSMI YATI
2013122805
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah
SWT, karena dengan ridho dan rahmatnya
kami dapat menyelesaikan proposal skripsi yang berjudul “Pengaruh Kualitas Layanan terhadap
Kepuasan Pelanggan dalam Membentuk Loyalitas Pelanggan”. Pembuatan proposal ini bertujuan untuk pelatihan dalam pembuatan
skripsi. Agar dapat mengetahui tata cara
dan tahap-tahap dalam pembuatan skripsi
maupun dalam tahap pengumpulan data agar dapat lebih baik.
Kami menyadari masih banyak berbagai kekurangan dalam
pembahasannya, penulis mengharapkan kritik serta saran ke arah penyempurnaan dan
perbaikannya agar dapat memberi berbagai manfaat. Terima kasih.
Pamulang, 25 Januari 2016
PENULIS
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
A. Latar Belakang Penelitian 1
B. Identifikasi
Masalah 3
C. Pembatasan
Masalah 3
D. Perumusan
Masalah 4
E. Tujuan
dan manfaat penelitian 5
F. Kerangka
Berfikir 6
G. Hipotesis 8
H. Sistematika
Penulisan 8
I. Pendekatan
Data dan Keilmuan 10
J. Tim
Peneliti 12
K. Jadwal
Kegiatan 12
L. Anggaran 13
M. Pedoman
Peliputan Data 13
N. Metodologi
Penelitian 13
O. Daftar
Pustaka 18
A.
Latar
Belakang Penelitian
Saat
ini, iklim kompetisi dalam dunia perdagangan semakin terasa. Di sisi lain
perubahan lingkungan yang demikian pesat semakin mendukung kompetisi yang
sedang terjadi saat ini, salah satu tujuan utama aktivitas pemasaran seringkali
dilihat dari pencapaian loyalitas pelanggan melalui strategi pemasaran,
Kotler (1997 : hal 8) pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial yang
dilakukan seseorang atau kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan
inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk-produk yang
bernilai dengan lainnya. Loyalitas pelanggan merupakan bagian terpenting pada pengulangan
pembelian pada pelanggan loyalitas,pelanggan
memiliki korelasi yang positif dengan performa bisnis. loyalitas pelanggan
tidak hanyameningkatkan nilai dalam bisnis, tetapi juga dapatmenarik pelanggan
baru.Kotler (2008)
Kepuasan
pelanggan, kualitas layanan, dan loyalitas pelanggan merupakan tiga elemen
kunci yang menentukan kesuksesan implementasi konsep pemasaran. Ketiga aspek
ini telah menjadi bagian dari kredo organisasi, baik organisasi laba maupun
nirlaba, upaya mengukur dan mengelola ketiga elemen ini terus-menerus
dikembangkan, terutama sejak dekade 1980-an.
Konsekuensi
kepuasan/ketidak puasan pelanggan sangat krusial bagi kalangan bisnis,
pemerintah dan juga konsumen. Bagi bisnis, kepuasan dipandang sebagai salah
satu dimensi kinerja pasar. Pelanggan berpotensi mengarah pada pertumbuhan
penjualan jangka panjang dan jangka pendek, serta pangsa pasar sebagai hasil
pembelian ulang, sementara itu ketidak
puasan pelanggan memunculkan sejumlah risiko, seperti boikot atau protes dari lembaga konsumen, intervensi
pemerintah, reaksi pesaing, dan masuknya produk substitusi baru ke pasar.
Ketidak
puasan pelanggan sesungguhnya dapat
membantu perusahaan mengidentifikasi
aspek-aspek yang menjadi kelemahan
produk atau jasanya yang tidak mampu memenuhi standar konsumen dan pemerintah.
Modifikasi dapat dilakukan untuk memperbaiki kinerja produk dan jasa, sehingga
masalah serupa tidak akan terulang di masa datang. Sementara kepuasan
pelanggan dapat membantu perusahaan
dalam memperkokoh posisi bersaing produknya melalui segmentasi.
Bagi
pemerintah, Konsep kepuasan/ketidakpuasan pelanggan dapat membantu mereka dalam
mengidentifikasi dan mengisolasi produk dan industri yang membutuhkan tindakan
pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan konsumen, Di samping itu, bagi Badan Perlindungan
Konsumen Nasional ( BPKN ) pemantauan kepuasan pelanggan dapat menjadi salah satu
cara efektif mengimplementasikan UU Perlindunagan Konsumen.
Bagi
Konsumen, Konsep kepuasan pelanggan bermanfaat dalam memberikan informasi lebih
jelas tentang seberapa puas atau tidak
puas konsumen lain terhadap produk atau jasa tertentu. Dengan informaasi yang
lebih berkualitas, konsumen diharapkan mampu membuat keputusan pembelian yang lebih “bijaksana” dan mampu
menghindari pengalaman buruk konsumen lainnya. Selain itu konsumen juga
diharapkan dapat benar-benar memahami posisinya
terutama dalam hal hak dan kewajiban konsumen serta hak dan kewajiban
pelaku usaha. Selain bermanfaat sebagai acuan dalam mengevaluasi kinerja produk
dan perusahaan, pemahaman atas hak dan kewajiaban konsumen dan pelaku usaha
juga berguna dalam memberikan informasi tentang alternatife tindakan dan
prosedur yang bisa dilakukan bila konsumen tidak puas terhadap produk atau
jasa, atau perusahaan spesifik.Tjipto, Chandra,
Adriana (2000)
Kotler,(2005). Kualitas yang rendah akan
menimbulkanketidakpuasan pada pelanggan, tidak hanya pelangganyang makan di
restoran tersebut tapi juga berdampakpada orang lain. Karena pelanggan yang
kecewa akanbercerita paling sedikit kepada 15 orang lainnya.Dampaknya, calon
pelanggan akan menjatuhkan pilihannyakepada pesaing.
Berdasarkan
pada pembahasan diatas , maka penulis tertatarik untuk menjawab, meneliti,
mengamati, mengkaji, dan menganalisa lebih lanjut dan lebih lanjut dan lebih
mendalam pembahasan diatas dalam proposal ini dengan judul “Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan
Pelanggan dalam Membentuk Loyalitas Pelanggan ” ( Studi kasus restoran cepat
saji KFC Cabang Ciputat )
B.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka penulis dapat mengidentifikasi masalah yang muncul,
diantaranya :
1. Masih
kurangnya perhatian yang dilakukan pihak KFC dalam mencermati kepuasan
pelanggan
2. Masih
kurangnya fasilitas dan layanan yang diberikan KFC cabang Ciputat
3. Kualitas
pelayanan yang masih kurang, yang menyebabkan laba perusahaan menurun
C.
Pembatasan
Masalah
Dalam
penelitin ini penulis membuat batasan-batasan, mengingat luasnya persoalan yang
mungkin diteliti yaitu sebagaiberikut:
1. Definisi
Kualitas
sebagaimana yang diinterprestasikan ISO 9000 dalam buku Lupiyoadi dan Hamdani
(2008:175) merupakan perpaduan antara sifat dan karakteristik yang menentukan
sejauh mana keluaran dapat memenuhi persyaratan kebutuhan pelanggan.
Kepuasan
merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan
antara kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan
harapan-harapannya. Kotler (1997:36)
Sedangkan
Lupiyoadi dan Hamdani (2008:174) berpendapatpelanggan merupakan fokus utama dalam
pembahasan mengenai kepuasan dan kualitas jasa karena dalam hal ini pelanggan
memegang peranan cukup penting dalam mengukur kepuasan terhadap produk maupun
pelayanan yang diberikan perusahaan.
Tjipto,
Chandra, Adriana (2000;76) mengatakan bahwa loyalitas pelanggan merupakan
perilaku pembelian ulang terhadap suatu produk atau barang tertentu.
2. Tempat
penelitian dilakukan pada Restoran KFC cabang Ciputat dan lama waktu untuk
melakukan penelitian selama satu bulan dari bulan proses pembuatan proposal ini.
D.
Perumusan
Masalah
1. Apakah
kualitas pelayanan terhadap kepuasanPelanggan
dapat membentuk loyalitas terhadap pelanggan ?
2. Berapakah
besar pengaruh kualitas layanan terhadap profit perusahaan KFC Cabang Ciputat ?
3. Bagaimana
cara agar perusahaan mampu mempertahankan pelanggan lama dan menarik pelanggan
baru ?
E.
Tujuan
dan Manfaat Penelitian
1.
Tujuan Penelitian
Sejalan
dengan latar belakang, pembatasan dan perumusan masalah, maka penulisan skripsi
ini memiliki tujuan sebagai berikut:
a. Untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas
pelanggan
b. Untuk
Mengetahui hubungan
antara kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan secara langsung dan tidak
langsung melalui kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh restoran cepat saji KFC.
2.
Manfaat Penelitian
a. Manfaat
Teoritis
1). Bagi penulis
Menambah
wawasan pengetahuan tentang bagaimana strategi pemasaran kualitas layanan yang baik
agar dapat mempertahankan pelanggan
2). Bagi pembaca
Sebagai bahan referensi bagi pembaca
agar dapat membantu mempermudah melakukan suatu penelitian.
b. Manfaat Praktis
Untuk
memberikan informasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan dan sebagai bahan
masukan informasi kepada perusahaan dalam mempertahankan pelanggan yang sudah
loyal dan mempertahankan pelanggan baru.
F.
Kerangka
Pemikiran
Menurut
Supardi (2005:163) Wujud dari penggambaran pemecahan masalah penelitian dapat
digambarkan dalam bentuk skema. Skema tersebut merupakan kerangka pemikiran
penelitian yang merupakan rangkuman dari penelitian terdahulu dan landasan
teori ke dalam suatu bagan, sehingga menunjukan kejelasan variabel,
hipotesis dan model penelitiannya. Dari
kerangka penelitian ini yang juga berfungsi sebagai model penelitian, maka
peneliti akan lebih mudah menganalisi data-data penelitian.
Maksud
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada saling keterkaitan
antara kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan dalam membentuk loyalitas
pelangganKFC cabang Ciputat. Dalam penelitian
ini variabel yang terkait yauitu variabel (X) yaitu Kualitas layanan, variabel
(Y) Kepuasan pelanggan dan variabel (Z) Loyalitas pelanggan. Berdasarkan
deskripsi teori diatas maka digambarkankan kerangka pemikiran sebagai berikut:
|
Model
Kuantitatif
|
|
Hasil
|
|
Fenomena
Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan dalam Membentuk
Loyalitas Pelanggan
|
|
Pemasaran
|
|
Tempat Penelitian
KFC cabang Ciputat
|
|
Judul
Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan dalam Membentuk
Loyalitas Pelanggan
|
|
Variabel X
·
Kualitas layanan
|
|
Variabel Y
·
Kepuasan pelanggan
|
|
Variabel
Z
Loyalitas Pelanggan
lOYA
|
G.
Hipotesis
Hipotesis menurut
Sekaran (2007:135) didefinisikan
sebagai hubungan yang
diperkirakan secara logis diantara dua atau lebih variabel yang
diungkapkan dalam bentuk pernyataan
yang dapat diuji.Supardi
(2005:69) menyatakan bahwa hipotesis adalah suatu jawaban permasalahan
sementara yang bersifat dugaan dari suatu penelitian. Sedangkan Kuncoro (2003:47)
berpendapat bahwa Hipotesis yaitu suatu
penjelasan sementara tantang perilaku ,
fenomena atau keadaan tertentu
yang telah terjadi atau akan
terjadi. Adapun Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
Ho
:p = 0 Tidak
ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas
layanan terhadap kepuasan pelanggan.
Ha
:p ≠ 0 Ada
pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas layanan terhadap kepuasan
pelanggan.
H.Sistematika
Penulisan
Sistematika pembahasan dalam penulisan
ini ditujukan untuk memberikan gambaran serta mempermudah pembahsannya secara
garis besar mengenai apa yang
dikemukakan didalam tiap-tiap bab. Berikut sistematika penulisan yang digunakan
sebagai berikut:
1.
Sampul muka
2.
Halaman pengesahan
3.
Halaman pernyataan
4.
Halaman abstrak ( Bahasa
Indonesia )
5.
Halaman abstract
(Bahasa Inggris )
6.
Kata pengantar
7.
Daftar isi
8.
Daftar tabel
9.
Daftar gambar
10. Daftar
lampiran
11. Bagian
utama
Bab
1 :
PENDAHULUAN
a
. Latar Belakang Masalah
b
. Identifikasi Masalah
c . Pembatasan Masalah
d . Perumusan Masalah
e . Tujuan dan Manfaat Penelitian
f . Kerangka Pemikiran
g . Hipotesis
h . Sistematika Penulisan
i . Teori / Tinjauan Pustaka/ Kerangka Pemikiran
Bab
II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab
III: METODOLOGI PENELITIAN
a. Jenis
Penelitian
b. Model
Penelitian
c. Populasi
dan Sampel
d. Teknik
Pengumpulan Data
e. Pengolahan
dan Analisis Data
f. Operasional
Variabel
Bab
IV : Hasil dan Pembahasan
Bab
V : Kesimpulan dan Saran
12. Bagian
akhir, terdiri dari
a. Daftar
Pustaka
b. Lampiran
c. Surat
Bukti atau Keterangan Melakukan Penelitian
I.
Pendekatan Data dan
Keilmuan
Menurut Kotler (1997:13) pemasaran
adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi
serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang
memuaskan tujuan-tujuan individu organisasi.
Kualitas sebagaimana yang
diinterprestasikan ISO 9000 dalam buku Lupiyoadi dan Hamdani (2008:175)
merupakan perpaduan antara sifat dan karakteristik yang menentukan sejauh mana
keluaran dapat memenuhi persyaratan kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang
menentukan dan menilai sampai seberapa jauh sifat dan karakteristik itu
memenuhi kebutuhannya. Menurut Lupiyoadi dan Hamdani pelanggan merupakanfokus
utama dalam pembahasan mengenai kepuasan dan kualitas jasa karena dalam hal ini
pelanggan memegang peranan cukup penting dalam mengukur kepuasan terhadap produk
maupun pelayanan yang diberikan perusahaan.
Dari seluruh kegiatan yang dilakukan
oleh sebuah perusahaan pada akhirnya akan bermuara pada nilai yang diberikan
oleh pelanggan mengenai kepuasan yang dirasakan. Kepuasan merupakan tingkat
perasaan dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja produk
(jasa) yang diterima atau diharapkan (Kotler, 1997). Dalam era globalisasi ini
perusahaan akan selalu menyadari pentingnya mengukur tingkat kepuasan
pelanggan. Tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi dapat meningkatkan
loyaliiitas pelanggan dan mencegah perputaran pelanggan, mengurangi
sensitivitas
pelanggan
terhadap harga, mengurangi biaya kegagalan pemasaran, mengurangi biaya operasi
yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pelanggan, meningkatkan efektifitas
iklan, dan meningkatkan reputasi bisnis.Sedangkan loyaliatas pelanggan merupakan perilaku pembelian ulang terhadap
suatu produk atau barang tertentuTjipto, Chandra, Adriana (2000:76).
Pencapaian
kepuasan pelanggan melalui kualitas pelayanan dapat ditingkatkan dengan
beberapa pendekatan sebagai berikut Kotler (dalam lupiyoadi dan hamdani, 2008)
:
1. Memperkecil
kesenjangan-kesenjangan yang terjadi antara pihak manajemen dan pelanggan.
2. Perusahaan
harus mampu membangun komitmen bersama untuk menciptakan visi di dalam
perbaikan proses pelayanan.
3. Memberi
kesempatan kepada pelanggan untuk menyampaikan keluhan.
Kualitas pelayanan karyawan terhadap
pelanggan berpengaruh secara asimetris terhadap kepuasan pelanggan, dimana
pelayanan yang buruk berakibat lebih besar terhadap kepuasan pelanggan dari
pada pelayanan yang dikatagorikan terbalik. Implementasi strategi dengan
kategori terbalik akan meningkatkan kepuasan dan kesetian pelanggan lebih besar
dari pada tidak ada pemasaran relasional yang dilakukan.
Saat ini program penghargaan atas
loyalitas, menjadi sesuatu yang banyak dilakukan perusahaan yang bertujan untuk
meningkatkan retensi (bertahannya) pelanggan yaitu melalui usaha meningkatkan
kepuasan dan nilai kepada pelanggan tertentu. Hal ini dilakukan dengan
pertimbangan bahwa meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pelanggan memiliki
pengaruh yang positif terhadap kinerja keuangan perusahaan jangka panjang.
J.
Tim
Peneliti
Penulis mengucapkan terima kasih atas
bantuan dan dukungan serta doa yaitu untuk:
1.
Alloh SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
proposal ini dengan baik.
2.
Kedua orang tua kami
yang sudah memberikan dukungan dan semangat dalam mengerjakan penelitian ini
3.
Seluruh anggota tim
yang saling bekerjasama dan membantu untuk dapat menyelesaikan penelitian ini
yang terdiri dari:
a. Anis
Kuncahyani
b. Desi
Rahmawati
c.
Laraswati
d.
Nur Fatiroh
e.
Sus Miyati
4. Seluruh
Dosen Fakultas Ekonomi yang telah memberikan ilmu pengetahuan terhadap kami.
K.
Jadwal
Kegiatan
L.
Anggaran
M.
Pedoman
Peliputan Data
1. Data
Primer
Sekaran
(2006:60)menjelaskan bahwa data primer merupakan data yang mengacu pada
informasi yang dipeoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan
variabel minat untuk tujuan spesifik studi. Untuk memperoleh data primer ini,
penulis secara langsung mengadakan wawancara dengan pihak Stor Manajer KFC Cabang Ciputat
2. Data
Sekunder
Data
sekunder menurut Hasan (2002:82) adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan
oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada.Data
ini, biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan-laporan peneliti
terdahulu.Dat sekunder disebut juga data tersedia.
N.
Metodologi
Penelitian
1. Jenis
Penelitian
Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian dasar.Dalam penelitian dasar,
menerapkan pola pikir bertolak dari ilmu dasar dan berusaha untuk menemukan
konsep-konsep ilmu yang baru serta hasilnya belum dapat diaplikasikan secara
langsung di perusahaan.
2. Model
Penelitian
Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif.Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan
statistik. Statistik yang digunakan dapat berupa statistik deskriptif dan
inferensial /indukti. Statistik inferensial dapat berupa statistik parametris
dan statistik nonparametris. Peneliti menggunakan statistik inferensial bila
penelitian dilakukan pada yang diambil secara random.
3. Populasi
dan Sampel
Populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya
orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan
sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang
dimiliki oleh subjek atau objek itu ( Sugiyono 2012:80 )
Menurut sugiyono ( 2012:81) Sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi
besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,
misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari darai
sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu
sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative ( mewakili)
4. Teknik
Pemgumpulan Data
Pengumpulan
data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai
cara. Bila dilihat dari setting-nya, data dapat dikumpulkan pada setting
alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, dirumah dengan
berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, dijalan dan lain-lain.
Teknik
yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan tiga cara, Sugiyono
(2012) yaitu:
a.
Interview/wawancara
Wawancara
digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan
studi pedahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga
apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam
dan jumlah respondennya sedikit/kecil.Teknik pengumpulan data ini mendasarkan
diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report,
atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Wawancara
dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan
melalui tatap muka ( face to face )
maupun dengan mengguanak telepon.
b.
Kuesioner ( Angket )
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan
data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data yang efesien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang
akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu,
kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar diwilayah
yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka,
dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos atau internet.
c. Observasi
Observasi
sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan
dengan teknik yanag lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan
kuesioner lalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada
orang, tetapi objek-objek alam yang lain.
Teknik pengumpulan data
dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan perilaku manusia,
proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.
5. Pengolahan
dan Analisis Data
Penitian
ini menggunakan uji normalitas dan uji linieritas, untuk menganalisis data yang
diperoleh dari kuisioner yang disebarkan kepada beberapa responden sebagai
sampel penelitian. Uji normalitas sampel digunakan untuk mengetahui atau
menguji normal tidaknya sampel. Sedangkan uji linieritas digunakan untuk
mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linier atau tidak secara
signifikan.
6. Operasional
Variabel
Dalam model analisis ini,
terdapat beberapa variabel yaitu:
a.
Variabel independen (independent variable), adalah
variabel yang mempengaruhi variabel terikatnya.
b.
Variabel dependen (dependent variable) merupakan
variabel yang dapat diukur, diprediksi, atau dengan kata lain dapat dimonitor
dan diharapkan dipengaruhi oleh variabel bebas.
c.
Variabel antara ( moderating variable ) adalah variabel yang mengemuka antara waktu variabel
bebas mulai bekerja memengaruhi variabel terikat, dan waktu pengaruh variabel
bebas terasa pada variabel terikat. Dengan demikian terdapat kualitas temporal
atau dimensi waktu pada variabel antara. Variabel antara mengemuka sebagai
sebuah fungsi variabel bebas yang berlaku dalam situasi apapun, serta membantu
mengonsepkan dan menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
O.
Daftar
Pustaka
Hasan,Iqbal.
(2002). Metodologi Penelitian dan
Aplikasinya. Jakarta:Ghalia
Indonesia journal.ui.ac.id/index.php/jbb/article/viewFile/632/617tanggal
18 januari 2016 Pukul 22:01
Kotler,
Philip. (1997). Manajemen Pemasaran
Marketing Management 9e. Jakarta:PT Ikrar Mandiriabadi.
Kotler,
Philip. (2008). Manajemen Pemasaran 12. Jakarta: PT Macanan Jaya
Cemerlang
Tjipto Fandy, Chandra Gregorius, Adriana
Dadi.(2008). Pemasaran Strategik. Yogyakarta: C.V Andi Offset
Kuncoro,
Mudrajat Ph.d. (2003). Metode Riset untuk
Bisnis Ekonomi.
Jogjakarta:
Erlangga
Lupiyoadi dan
hamdani.(2008). Manajemen Pemasaran Jasa.
Jakarta: Salemba Empat
Sekaran, Uma. (2007). Research Methods For Business. Jakarta:
Salemba Empat
Sugiyono, (2012).Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung:Alfabeta
Supardi. (2005). Metodologi penelitian Ekonomi & Bisnis. Yogyakarta: UII Press

Tidak ada komentar:
Posting Komentar